PSBB Jakarta Pengaruhi Pergerakan Penumpang di Bandara Hasanuddin

Wahyudi GM Angkasa Pura
GM Angkasa Pura Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar Wahyudi di Kabupaten Maros. (herman kambuna/terkini.id)

Terkini.id, Maros – Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta berdampak pada turunnya jumlah pergerakan penumpang di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar di Kabupaten Maros, Rabu,16 September 2020.

General Manager Angkasa Pura Bandara Hasanuddin Makassar, Wahyudi mengatakan pergereakan pesawat dan penumpang pun turun atau berkurang menjadi 20 persen dari sebelum PSBB Jakarta.

“Memang sebanyak 20 persen sejak adanya PSBB terjadi penurunan dibandingkan hari hari sebelum adanya PSBB itu sekitar 20 persen,” kata Wahyudi kepada Terkini.id saat ditemui.

PT Angkasa Pura selaku pengelola bandara mencatat operasional penerbangan penumpang mengalami penyesuaian penurunan sebanyak 20 persen atau berkurang 20 persen dari sebelum penerapan PSBB di Jakarta.

Hal tersebut sejalan dengan dipatuhinya pemberlakuan PSBB oleh masyarakat di Jakarta, hingga turunnya pergerakan pesawat di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.

“Mulai dari penumpang pesawat baik dari pesawat dan penumpang memang ada penurunan. Penumpang kami terpengaruh karna adanya PSBB ini,” lanjutnya.

Meski adanya PSBB yang diterapkan Pemprov DKI Jakarta ini tidak berdampak signifikan terhadap pergerakan penumpang di Bandara Hasanuddin Makassar, namun pihak manajemen bandara memastikan pengawasan protokol kesehatan yang dilakukan baik di dalam bandara maupun di dalam pesawat diperketat.

Konten Bersponsor

Berita lainnya

Dandim Maros Berikan Jam Komandan ke ASN dan Anggota Koramil Bantimurung

Rumah Sehat Baznas Salurkan Bak Penampungan Air dan Tempat Sampah di Maros

Tingkatkan Sanitasi dan Hidup Sehat Baznas Maros Bagikan 20 Tandon Air

Pelanggar Protokol Covid-19 di Maros Dihukum Pushup dan Pungut Sampah

Serka Sahlan Korban Penembakan KKB Tinggalkan 5 Anak

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar