Cara Unik Anak SD di Maros Terima Rapor di Puncak Gunung

Guru dan siswa
Cara unik siswa SD terima rapor di Puncak Gunung di Dusun Tanete, Desa Cenrana Baru, Kecamatan Cenrana Kabupaten Maros, Minggu 6 September 2020. (herman kambuna/terkini.id)

Terkini.id, Maros – Berbagai cara dilakukan guru di sekolah untuk bisa bertemu dengan siswanya. Seperti yang dilakukan seorang guru Sekolah Dasar (SD) Inpres 184 Tanete, Desa Cenrana Baru, Kecamatan Cenrana Kabupaten Maros, Minggu 6 September 2020.

Kepala sekolah Dasar (SD) Inpres 184 Tanete, Hamzah Thalib mengatakan ditengah pandemi seperti ini sekolah masih diliburkan. Sehingga selain belajar di rumah siswa juga biasanya bosan saat belajar online di rumah.

“Kalau di sekolah jenuh karena selama ini pembagian rapornya di sekolah dan pandemi anak belajar di rumah. Jadi di samping keluar alam terbuka, ini sekaligus hiburan,” kata Hamzah kepada sejumlah wartawan yang mengikuti penerimaan rapor ini.

Dikatakan Hamzah para siswa dan gurunya ini harus menempuh perjalanan sekitar 2 jam untuk mencapai puncak. Jalur yang ekstrim memberi tantangan buat para siswa ini.

Apalagi mereka masih kecil dan sudah terbiasa belajar online dengan mencari jaringan di pegunungan.

Kendati demikian, mereka terlihat sangat antusias menerima rapor di salah satu objek wisata baru yang ada di Maros itu.

Siswa-siswi ini tidak keberatan acara penerimaan rapor dilangsungkan di puncak Gunung dengan ketinggian 1000 mdpl. Desa Cenrana Baru juga salah satu wilayah yang masuk zona hijau.

“Ini merupakan salah satu langkah untuk menerima rapor di luar sekolah. Kan ini masih pademi. Penerimaan rapor ini sekaligus jadi hiburan buat siswa,” lajut Hamzah.

Para siswa-siswi ini merupakan warga asli dekat Gunung Sura tersebut. Mereka sudah terbiasa dengan kondisi alam serta lingkungan sekitar.

Hamzah melanjutkan, totalnya ada sembilan siswa-siswi yang menerima rapor diatas puncak Gunung Sura. Mereka dari kelas 1 sampai 6.

“Mereka datang dengan orang tuanya ke sini saat terima rapor,” ungkap Hamzah.

Disebutkan Hamzah siswa Inpres 184 Tanete, Desa Cenrana Baru, Kecamatan Cenrana, Maros, hanya terdapat sembilan orang. Hamzah membeberkan beberapa alasan mengapa siswanya semakin kurang. Padahal dulu sangat banyak, bahkan sampai ratusan.

“Tidak lebih dan tidak kurang, sembilan murid berasal dari Dusun Tanete. Tahun-tahun sebelum banyak, dan pernah 100 orang murid, tapi lama-kelamaan ikut merantau orang tua, jadi makin kurang,” terang Hamzah.

Sementara itu, tenaga pengajar ada sekitar empat orang, masing-masing tiga orang guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan satu orang guru honorer. Mereka sangat antusias memberikan pelajaran kepada murid- muridnya.

“Kelas di SD Inpres ini hanya tiga ruangan. Tiga guru PNS dan satu guru honorer,” tambah dia.

Konten Bersponsor

Berita lainnya

Raih Juara 1 Lomba Puisi, Siswi Darul Istiqamah Maros Wakili Sulsel ke Tingkat Nasional

Koordinasi Dana BOS untuk Madrasah di Dusun Terluar Maros

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar