Dinsos Kabupaten Maros Pengguna Pertama Siksdroid di Wilayah Indonesia Timur, Ini Pencapaiannya

Dinas Sosial Maros
Dinas Sosial Kabupaten Maros menjadi Kabupaten pertama di wilayah Indonesia Timur menggunakan aplikasi Siksdroid. (Ist)

Terkini.id, Maros – Dinas Sosial Kabupaten Maros menjadi Kabupaten pertama di wilayah Indonesia Timur menggunakan aplikasi Siksdroid.

Siksdroid sistem android yang diluncurkan pertama kali pada tahun 2019 oleh Pusat Data dan Informasi Kesejahteraan Sosial (Pusdatin Kesos) Kementerian Sosial. Siksdroid ini berfungsi untuk melakukan Pemutahiran Data berbasis sistem android.

“Pemerintah Kabupaten Maros adalah pengguna pertama Siksdroid di Indonesia Timur karena aplikasi tersebut sangat mewakili 14 kriteria kemiskinan dan salah satu kelebihannya adalah mampu menampilkan titik koordinat rumah yang telah di verifikasi dan valiadasi,” jelas Darwis Pengelola Data Dinas Sosial Kabupaten Maros saat dikonfirmasi Maros.Terkini.id, Selasa, 18 Agustus 2020.

Aplikasi Siksdroid yang Digunakan Dinas Sosial Kabupaten Maros. (Ist)

Darwis mengungkapkan kelebihan sistem android ini, mampu memperlihatkan 9 syarat foto yang diwajibkan dalam aplikasi tersebut dapat ditampilkan secara online yaitu foto Tampak Depan Rumah, Foto Dinding Rumah, Foto Lantai Rumah, Foto Dapur, Foto Jamban, Foto Kartu Keluarga, Foto KTP, Foto Kepala Rumah Tangga dan Foto Atap Rumah.

“Sehingga hasil Pemutahirannya dapat menghasilkan suatu data yang Valid sehingga penanganan Kemiskinan dapat lebih terukur dan tepat sasaran,” lanjut Darwis.

Sementara untuk Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) menjadi sumber data penangan kemiskinan di seluruh Indonesia. Agar penanganan kemiskinan tepat sasaran, maka Pemerintah Kabupaten Maros melakukan pemutahiran data (verifikasi dan validasi) sebanyak 38.117 rumah tangga, 46.327 Kepala Keluarga dan 156 584 jiwa pada tahun 2019. yang kemudian dilanjutkan pada tahun 2020 yang dilaksanakan oleh 103 Enumerator dan 17 Supervisor dari Dinas Sosial Kabupaten Maros dengan sumber data hasil Pemutahiran oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2015.

“Jumlah Ruta yang telah selesai diverifikasi sebanyak 31.000 dari 38.117 Ruta atau 81,33% jadi masih tersisa 7.117 Ruta yang akan diselesaikan hingga desember 2020,” ungkap darwis.

Sedangkan untuk jumlah Rumah tangga miskin sebelum dilaksanakan Pemutahiran (verifikasi dan validasi) secara micro sebanyak 10,46 % dan setelah dilakukan verifikasi dan validasi sebanyak 31.000 dari 38.117 rumah tangga, menghasilkan penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Maros hingga 8,31 % yang nantinya akan dikoordinasikan dengan Badan Pusat Statistik (BPS) pada akhir tahun 2020.

Konten Bersponsor

Berita lainnya

Rapat Pleno Terbuka KPUD Maros Dijaga Ketat Polisi

Operasi Patuh 2020 Polres Maros, Pelanggaran Lalu Lintas Didominasi Tidak Memiliki SIM

Warga Keluhkan Sistem Penerimaan BST, Ini Penjelasan dari Dinas Sosial Kabupaten Maros

Andi Ilham Nadjamuddin Kunjungi Warga di Kampung Bulli-bulli, ini Harapannya

Yusdal Yusuf Siap Maju di Karang Taruna Maros

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar