Mewah Tidak Pernah Masuk Dalam Rumus Bahagia Anak Kecil

Guntur Rafsanjani
Mewah Tidak Pernah Masuk Dalam Rumus Bahagia Anak Kecil.

Terkini.id, Maros – Tepat di Hari Anak Nasional ini saya sedang ngos-ngosan mengejar deadline sebuah commission yang bertema Hak Anak. Kalau biasanya saya hanya bicara soal saya dan isu-isu terkini yang sama-sama menjadi keresahan publik, kemudian menjadikan kerabat dan warkop sebagai objek bahan tulisan, sekarang saya harus melihat kembali ‘gambar besarnya’ : anak-anak disekitar kita semua dalam kurun waktu 10, 20, 30 tahun lagi akan menjadi masyarakat produktif yang baru.

Terdengar sederhana, namun saya jadi berpikir, ketika saya selalu mengeluh tentang dunia yang makin ‘tidak ramah’, saya tanya kembali ke diri saya, apakah saya sudah memberi contoh dengan berbaik hati kepada mereka yang berbeda pandangan dengan saya?

Ketika saya selalu mengeluh tentang korupsi yang merajalela, apakah saya sudah memberi contoh kepada anak-anak di sekitar saya ? untuk bersyukur dan tidak mengukur apa-apa dengan materi?

Ketika saya mengeluh tentang banyaknya hoax dan fitnah yang beredar, apakah saya sudah mencontohkan kepada anak-anak disekitar saya untuk melihat suatu permasalahan dari sudut pandang lain sebelum menghakimi?

Semoga di hari Anak-Anak Nasional ini, nantinya bisa selalu kita penuhi hak-haknya, semoga Anak-Anak Indonesia, bisa tumbuh bersama damai dan menjadi baik hati.

Peringatan hari anak adalah gagasan Kongres Wanita Indonesia (Kowani), organisasi kaum perempuan Indonesia yang tercetus dari Kongres Perempuan Indonesia I pada 22 Desember 1928.

Kemudian Kowani dalam sidangnya pada 1951 memutuskan beberapa kesepakatan, yaitu, adalah mengupayakan penetapan Hari Kanak-Kanak Nasional. Kemudian ditindak lanjuti dengan digelarnya Pekan Kanak-Kanak tahun 1952, dan pada kegiatan tersebut, anak-anak pawai berkeliling istana negara dan disambut hangat oleh Bung Karno.?

Dalam Sidang Kowani di Bandung tahun 1953, Pekan Kanak-Kanak Indonesia dirumuskan lebih serius lagi, tapi yang masih jadi perdebatan kapan tanggal ditetapkannya. Usulan dari Kowani, awalnya 6 Juni ditetapkan sebagai Hari Anak-anak Indonesia karena bertepatan dengan hari lahir Bung Karno (1 Juni 1901), tanggal ini juga dekat sama perayaan Hari Anak Internasional.

Masalah yang timbul lagi adalah sehabis runtuhnya Orde Lama dan seusai kekuasaan Bung Karno. Semua kebijakan Orde Lama dihapus Orde Baru, termasuk Hari Kanak-Kanak Nasional yang jadi Hari Anak Nasional dan ditetapkan setiap 23 Juli.

“Sungguh di dalam surga itu ada rumah yang disebut rumah kebahagiaan yang tidak dimasuki kecuali orang yang membahagiakan anak-anak kecil.” diriwayatkan oleh imam Abu Ya’la dari sayyidah Aisyah r.a.

Setiap anak adalah anugrah, pelita dengan cahaya kebangga an menuju masa depan, mari buat mereka tahu bahwa mereka adalah harapan masa depan. Anak-anak merupakan rongga penyangga Indonesia menuju lebih baik.

Namun Hari Anak Nasional kali ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Presiden Joko Widodo berkata bahwa ada 70 juta anak yang merasakan dampak pandemi COVID-19. Banyak hasil survei yang membuktikan para anak pelajar tidak menyukai belajar secara daring. Baik dari segi efektivitas waktu, fasilitas, bahkan tugas yang terus menumpuk.

Bukan hanya sekedar tanggung jawab pemerintah untuk membantu mengatasi hal tersebut. Namun kita harus saling bahu-membahu. Peran orang tua disini sangat penting untuk selalu membimbing anaknya, bersikap terbuka terhadap keluhan-keluhan yang disampaikan oleh anak, dan tak kalah penting lagi untuk sering-sering memberikan qualith time bersama anak. Agar anak tidak terlalu terbebani oleh tugas-tugas sekolahnya dan bisa menjaga keseimbangan psikologisnya.

Selamat Hari Anak Nasional, Kita Anak Indonesia, Kita Gembira!

Penulis : Guntur Rafsanjani (Pegiat Literasi & Finalis Dara Dan Daeng Maros 2020)

Konten Bersponsor

Berita lainnya

Sekolah Kolong dan Cita-cita Anak Negeri

Tidak Ada ‘Patriarki’ Dibalik Baju APD

Kuliah Online dan Tanggungjawab Kampus

Dualitas Kehidupan, Covid-19 yang Menghidupkan Kembali Sisi Kemanusiaan

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar