Ini Klarifikasi Pemdes Pajukukang Terkait Tudingan Potong Dana BLT Desa

Pajukukang
Pemerintah Pajukukang klarifikasi terkait tudingannya melakukan penyelewengan Dana BLT Desa. (Ist)

Terkini.id , Maros – Pemerintah Desa Pajukukang menanggapi pemberitaan yang dirilis oleh salah satu LSM yang menuding Pemdes dan BPD Desa Pajukukang melakukan penyelewengan dana dalam pembagian BLT DD kepada masyarakat yang terdampak covid-19.

“Jadi apa yang ditudingkan itu tidak benar. Pembagian Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) tahap pertama sudah sesuai dengan peraturan Pemerintah Pusat, mulai dari pendataan sampai dengan penyaluran dana kemasyarakat,” ujar Sekretaris Gugus Tugas penanggulangan Covid 19 Desa Pajukukang, Rahmat Nur, Senin 18 Mei 2020.

Ia menjelaskan, bahwa pihaknya telah melakukan pembagian BLT sebesar Rp600.000, per Kepala Keluarga (KK) selama 3 bulan.

“Semua sudah kita salurkan dan sudah diterima langsung oleh masyarakat yang terdampak covid-19,” terangnya.

Terkait adanya salah satu anggota keluarga penerima manfaat yang memposting di media sosial yang mengaku hanya menerima sebesar Rp300.000, Rahmat mengatakan jika hal tersebut lantaran si anak tidak mengetahui jika sebelumnya ada beberapa kepala keluarga yang bersepakat secara ikhlas dan sukarela ingin berbagi dan membantu keluarga dan tetangganya yang tidak sama sekali mendapatkan bantuan namun terkena juga dampak Covid-19.

“Jadi anak penerima manfaat ini tidak mengetahui jika beberapa kepala keluarga penerima manfaat dengan sukarela menyisihkan sebahagian dari BLT DD tersebut untuk disumbangkan ke keluarga lainnya yang juga terdampak dan tidak menerima bantuan,” jelas Rahmat.

“Jadi kami tegaskan tidak ada pemotongan sedikitpun penyerahan dana BLT DD yang di salurakan di kantor Desa Pajukukang sebanyak 185 KK dan masing masing menerima dalam amplop 600.000 ribu rupiah dan tanda terima di tanda tangani sebesar 600.000 ribu rupiah yang saksikan oleh pemerintah kecamatan Bontoa dan masyarakat desa Pajukukang,” sambungnya.

Hal tersebut juga dibenarkan salah seorang penerima manfaat BLT DD Pajukukang, Intan yang mengaku memang menerima sebesar Rp600.000 tanpa potongan apapun.

“Saya menerima Rp600.000 dikantor desa, lalu sesuai besarannya BLT. Saya lantas membagikan kepada tetangga saya, atas nama Bapak Sattu yang tidak menerima BLT sebesar Rp300.000, karena kondisi kami sama dan sebagai bentuk kebersamaan,” tegasnya.

Konten Bersponsor

Berita lainnya

Dandim Maros Berikan Jam Komandan ke ASN dan Anggota Koramil Bantimurung

Rumah Sehat Baznas Salurkan Bak Penampungan Air dan Tempat Sampah di Maros

Tingkatkan Sanitasi dan Hidup Sehat Baznas Maros Bagikan 20 Tandon Air

Pelanggar Protokol Covid-19 di Maros Dihukum Pushup dan Pungut Sampah

Serka Sahlan Korban Penembakan KKB Tinggalkan 5 Anak

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar